Retro Tetro

Tetro, sebuah film yang dibuat dalam format film hitam putih. Awalnya saya kira, format hitam putih ini untuk menggambarkan film berlatar masa lalu. Tapi saya salah. Ternyata film ini mengambil setting masa kini dengan warna hitam putih.

Saya bingung. Apa maksud sutradara sekaligus penulis skenario film ini Francis Ford Coppola dengan film hitam putih ini? Adegan demi adegan selama 123 menit, saya tonton dengan seksama untuk mendapatkan jawaban pertanyaan di atas.

Ternyata, tidak semua adegan dibuat hitam putih. Beberapa adegan yang mundur ke masa lalu, justru berwarna. Mengapa? Saya kembali bertanya. Bukankah normalnya dalam sebuat film dimana terdapat adegan flashback, seharusnya bagian yang mudur itulah yang diformat shepia atau hitam putih. Mengapa Coppola melakukan sebaliknya?

Hal ini berkaitan erat dengan cerita dalam film ini. Menurut saya, hitam putih film ini untuk menggambarkan jiwa tokoh utama dalam film ini, yaitu Angelo Tetrocini atau Tetro [Vincent Gallo] telah mati. Hidup Tetro yang dirundung kelabu.

Dari sisi sinematografi, saya angkat topi. Karena hanya menampilkan warna hitam dan putih, Coppola lantas bermain dengan cahaya. Kadang terang, kadang temaram, kadang gulita. Favorit saya adalah pada adegan dimana Bennie atau Benjamin Tetrocini [Alden Ehrenreich] terbangun oleh pantulan cahaya lampu yang terhalang gerakan tangan Tetro. Pantulan cahaya lampu itu tepat jatuh di mata Bennie. Bergantian, ke mata kiri lalu ke mata kanannya. Menurut saya, tata cahaya semacam menakjubkan.

Oh ya, tata pencahayaan ketika Bennie tertabrak motor juga mempesona. Bennie dan pengendara motor yang tersungkur tak berdaya di jalan disorot dengan lampu, sementara pemandangan sekitar sengaja dibuat gelap. Adegan ini mengingatkan saya pada pertunjukan teater dimana jagoannya mati tergeletak di bawah sorotan lampu.

Miranda, Bennie dan bayangan Tetro

Ada lagi yang membuat saya terkesan. Coppola kadang tak menjelaskan secara detail apa yang terjadi di masa lalu Tetro. Sepertinya Coppola membiarkan penonton untuk mempunyai interpretasi masing-masing tentang masa lalu Tetro. Adegan flashback yang ditampilkan seolah terputus dan tidak gamblang menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Atau terkadang, ia hanya menjelaskan melalui ilustrasi berupa adegan teatrikal. Contohnya pada scene Tetro bercerita bagaimana Ayahnya Carlo Tetrocini [Klaus Maria Brandauer] berusaha menjauhkan dia dari pacarnya, Naomi White. Penjelasan mengenai hal ini hanya diilustrasikan melalui pertunjukan teater dimana seorang wanita yang sedang menari dengan pasangannya kemudian direbut oleh seorang konduktor. Jelas bahwa pasangan yang sedang menari adalah Naomi dan Tetro, sementara sang konduktor adalah Carlo.

Film scoring Tetro adalah musik teater dan penuh unsur latin [karena latar film ini di Agentina]. Suram, didominasi oleh bunyi instrumental seperti flute, banjo yang disisipi petikan gitar Spanyol. Tapi tak semua suram kok. Ada beberapa adegan berlatar musik riang, dengan perpaduan akordeon dengan gitar Spanyol yang khas itu.

Sinematografi apik, tata pencahayaan baik dan musik ciamik apakah lantas ceritanya juga menarik? Jawabannya, ya. Coppola yang menulis sendiri kisah film ini mengangkat drama keluarga. Dengar-dengar, film ini dibuat berdasarkan kisah nyata kehidupa Coppola yang ayahnya juga seorang konduktor terkenal. Ya, bisa dibilang, Coppola membuat autobiografinya sendiri.

Film ini diawali dengan kedatangan Bennie ke rumah kakaknya, Tetro yang sudah sekian lama tak berjumpa. Tetro menolak kehadiran Bennie. Sedari lama, ia sudah memutuskan untuk bercerai dengan keluarganya. Ia tak mau lagi berhubungan dengan satupun anggota keluarganya. Tapi Bennie berbeda, meski Tetro pada awalnya menolak kehadiran Bennie, akhirnya ia malah tak bisa melepaskan adiknya ini.

Benjamin Tetrocini diperankan oleh Alden Ehrenreich.
Dia digadang sebagai The New Leonardo DiCaprio

Dengan kehadiran Bennie, satu persatu potongan masa lalu Tetro mulai terbongkar. Bermula dari sebuah berlembar-lembar kertas yang ditemukan Bennie di koper milik Tetro. Di situ, Tetro menuliskan naskah drama yang merupakan kisah hidupnya. Bennie yang menyadari bakat hebat kakaknya, berusaha menyusunya menjadi sebuah naskah yang utuh. Akan tetapi, Tetro protes. Ia marah besar pada Bennie yang dibantu pacarnya Miranda [Maribel Verdu] yang berusaha menguak masa lalunya.

Bennie berhasil menyusun naskah drama karya Tetro. Akan tetapi naskah drama Tetro yang memiliki akhir. Bennie lantas memberikan epilog pada naskah drama tersebut. Yang kemudian dilakukan Bennie adalah mengirim naskah tersebut untuk diikutsertakan dalam Festival Patagonia. Dan tanpa diduga naskah drama tersebut menang dalam festival. Akan tetapi dibalik kemenangan itu, rahasia keluarga Tetrocini yang sesungguhnya terbongkar. Mengenai siapa sebenarnya Tetro, siapa Carlo dan siapa Bennie.

Mau tahu jawaban pertanyaan-pertanyaan itu. Silahkan kalian nonton Tetro. Highly recommended movie!!!

Foto: google

Comments