Pay Less, Get More

Semenjak bernazar akan ngeblog selama sebulan, saya selalu saja dikasih satu momen dalam satu hari yang bisa saya ceritakan di sini.

Pay Less, Get More! Itu judul blogpost hari ini. Bayar minimal tapi dapatkan hasil maksimal. Mungkin itu moto setiap wanita. Ingin mendapatkan barang sebanyak mungkin dengan harga yang miring. Diskon, sale, jadi favorit kita para wanita.

Tapi kalau sedang tidak ada sale ataupun diskon, apa yang harus dilakukan untuk dapat barang yang banyak tapi bayarnya sedikit. Ikuti pengalaman saya berikut ini.

Hari ini, setelah liputan, saya mengajak teman saya Icha untuk berbelanja di Carrefour Pasar Minggu.
Saya tak belanja banyak. Cuma bahan-bahan untuk bekal makan siang besok. Kentang kecil dan udang. Saya membeli kedua bahan makanan ini dalam porsi yang kecil, karena memang hanya akan diolah dan dinikmati oleh saya seorang.

Kecuali kentang, saya membeli yang sudah dibungkus satu kilo. Itu bisa diolah untuk bekal makan siang saya selama seminggu.
Label harga si udang lengkap
Sementara udang, karena daya simpannya tak terlalu lama, saya hanya membeli sebanyak 100 gram.

Di situ, disajikan dua pilihan udang. Udang yang sudah telanjang bulat, tidak beekor, berkulit dan berkepala, atau udang lengkap.

Dilihat dari harga, si udang telanjang tentu lebih mahal. Rp 12 ribu per 100 gram. Sementara udang yang belum dilucuti harganya Rp 5490 per 100 gram.

Saya pilih yang paling murah. Menurut saya, nanti di rumah saya bisa lucuti si udang lengkap.

Saat saya asyik memilih udang, saya menemukan banyak sekali kepala udang. Lha, kenapa kepala udang ada di sini?? Jorok banget sih abang-abang yang jagain counter udang.

Eh, tapi saya bisa menangkap kenapa banyak kepala udang di sini. Hmm, dasar Ibu-Ibu ya nggak mau rugi. Ingin beli udang murah sekaligus banyak, gimana coba caranya?

Ya dengan membuntungi kepala si udang. Dengan membuang kepala uang, bisa mengurangi beberapa ons lho. Secara kepala udang besar dan lumayan berat.

Saya terinspirasi. Udang yang sudah saya pilih, saya keluarkan dan saya potekin kepalanya. Selesai memutilasi kepala udang, saya kasih ke abang Carrefour untuk ditimbang.

Si abang sempat bingung ketika saya menyerahkan kantong berisi udang. Dia perhatikan baik-baik. Dia lalu melihat harga udang telanjang dan uang lengkap.

"Mba, ini udang kupas ya?" tanya si abang yang menyadari udang lengkapnya sudah tak berkepala.

"Udang yang lengkap Mas," jawab saya.

Si Abang pun menghargai udang tak berkepala itu dengan harga udang lengkap. Kantong undang itu kemudian dikembalikan ke saya.

Saya cuma bisa senyum sumringah ketika melihat harganya. Rp 6 ribu untuk 112 gram udang. Lumayan banyak lho, sekitar 15 potong udang.

Ini pelajaran penting khususnya buat para wanita, terutama nanti saat jadi istri orang.

Dengan membayar lebih sedikit dan mendapatkan barang lebih banyak, kita bisa menyisihkan uang untuk kebutuhan kita lainnya.

Ah, beruntungnya wanita. Coba pria, pasti tidak akan terpikir untuk pay less, get more :D


PS:

Saya merasa sudah beberapa bulan ini bangun dengan muka masam, seolah tak mensyukuri hari yang akan saya jalani.

Mulai besok pagi, saya akan bangun dengan senyum. Mengucapkan selamat pagi pada diri saya sendiri dan tidak tidur lagi setelah bangun.

"Selamat Pagi, saya siap menjalani hari ini dengan semangat!"

Comments

  1. ogiiiiiiiiii...
    tips ala daboe dlm membeli bawang bombay: kupas habis kulitnya ditempat! selain bisa ngurangin timbangan, bisa juga ngurangin sampah di rumah :))))

    ReplyDelete
  2. hahaha.. gara2 terlalu sering maen sama acit nih dab jadi ogi gini :D

    ReplyDelete

Post a Comment