2 Kali Latihan. 7 Kali Ngulang

Saya nggak mau jadi artis. Cape dan membosankan. Mending saya disuruh nungguin Nazaruddin atau Nunun sidang deh dibandingkan shooting.

Hari keempat Dove Beauty Camp adalah shooting video klip lagu yang diciptakan khusus oleh Maia Estiyanti untuk produk terbaru Dove Nourishing Oil Care.

Lagunya oke lho. Easy listening dan mudah banget nempel di otak iramanya.Agak-agak latinos gimana gitu. Tungguin yah, April mendatang bakal diputar di seluruh bioskop Indonesia.

Hari keempat sudah tidak ada lagi latihan nari ataupun senang-senang di Grand Indonesia. Malam hari, kami pulang latihan nari untuk terakhir kalinya sekitar pukul 12.00 WIB. Biasa ya. Dua hari sebelumnya juga pulang latihan nari jam segitu.

Nah, bedanya kami sudah harus meninggalkan asrama pukul 03.30 WIB. Begitu sampai rumah saya langsung tidur. Mendekati pukul setengah empat pagi, Lidya sudah bangun, mandi dan siap untuk shooting.

Roommates saya lainnya, Diah dan Lia masih molor. Termasuk saya. Kami jelas terlambat. Apalagi setelah panitia kasih tahu kalau kami cuma punya waktu enam menit untuk beberes. Laaahhh, nggak mungkin dong mandi lima menit, beberes dan membawa semua yang disarankan dibawa??

Akhirnya, saudara-saudara saya hanya sikat gigi dan cuci muka. Nggak sempet bok. Daripada ditinggalin di Rancamaya yang creepy itu?? 

03.30 WIB kami meluncur Studi Mata Elang, Pulogadung. Kenapa musti pagi-pagi buta? Karena harus dimake up dan hair do. Dan tentunya karena proses shooting bakalan lama.

Sampai di studio, kami disuguhi sarapan. Beberapa anak yang memang dapat jatah shooting awal, didahulukan dalam urusan dandan dan rambut. Saya masih bisa santai, leha-leha dan curi-curi tidur.


Setting-nya keren banget ya. Semuanya dari kayu dan triplex

Tapi nggak lama, rambut saya dapat giliran diawut-awut. Book, karena eike nggak keramas ya, jadi dikeramasin deh sama Putri (nama aslinya Putra) di toilet.

Rambut saya yang waterproof ini kemudian dicatok. Awalnya saya agak kecewa dengan hasil catokannya si Putri. Kayaknya alat catoknya kurang panas, jadi rambut saya kayak dilurusin seadanya.

Eh, tunggu dulu. Ternyata Oom Charlie, team leader make up plus hair do punya ide untuk mengkriting rambut saya. Soo, hasil catokan yang kurang memuaskan itu tertutup dengan proses pengeritingan.




Bok, hasil pengeritingan rambut saya luar biasa keren. Berasa Alicia Keys deh saya. Kan dikritingnya pakai alat pengeriting itu lho. Saya kira hasilnya bakal kayak rambut palsu pirang yang suka dipakai anak-anak. Tapi ternyata tidak kawan. Sempurna. Keriting cantik nan alami gitu deh. Rahasianya? setelah semua rambut dikeriting, disisir dengan jari, dikibas depan belakang. Whalaaaa.. jadi deh rambut Alicia Keys.

Mendandani perempuan kayak saya merupakan tantangan menarik untuk Oom Charlie. Doski sudah punya make up andalan untuk menutupi bekas luka hitam di pipi kiri saya. Dan produk yang dipakai adalah foundation dari Giorgio Armani. Hwaaaaaaah, muka butut saya dipermak pakai produk mehong cyiiin. Suatu kehormatan.

Oom Charlie berhasil-berhasil hore.. menutupi tanda lahir di muka saya dengan sempurna. Nggak membuat saya terlihat memakai make up medok. Terlihat alami. Book, si Oom bangga banget deh begitu lihat hasilnya. Dia sampai nunjukin ke semua orang kalau dia berhasil menambal kekurangan di wajah saya. Salute Oom.

Sedang break shooting. Kalau nggak becanda ya foto-foto


Dan proses shooting pun dimulai. Saya, karena nggak cakep-cakep amat jadinya cuma difungsikan sebagai background. Tapi nggak masalah lo buat saya. Saya senang-senang aja melakoni shooting ini. Apalagi saya kebagian adegan yang memang saya kuasai, yaitu main sepeda.

Sebenarnya main sepeda Fixie. Jujur saya belum pernah mengendarai ini. Katanya lebih sulit dari sepeda biasa karena tidak mempunyai rem. Tapi alhamdulillah, saya nggak ada kendala mengendari Fixie.

Cuma satu hal yang bikin saya segera ingin mengakhiri shooting adegan naik Fixie. Sakit. Jadi, saya mendapatkan kostum celana 3/4 yang sangat ketat. Nah, begitu naik Fixie dengan jok yang tinggi celana itu makin mengetat dan menyebabkan Miss V saya sakit. Hiks.. hiks.. hiks.. sakit banget. Semoga Fixie tidak merenggut keperawanan saya hahahaaa...

Shooting ternyata lama ya bok. Untuk adegan naik sepeda saja, latihannya dua kali. Lalu take-nya bisa sampai tujuh kali. Kebayang nggak pas adegan nari? Pasti take-nya berjuta-juta kali (lebayyyy boyyy).

Oh ya pas proses shooting ini saya sempat berdoa khusuk kepada Allah. Ya Allah semoga saya jatuh pas naik Fixie. Hahaha doanya jelek banget ya. Kenapa demikian? Karena saya belum hapal gerakan tari besok. Kalau saya jatuh dan sakit kan otomatis saya digugurkan.

Tapi, nggak kejadian tuh. Saya nggak jatuh-jatuh. Eh, yang jatuh malah Diah. Sampai bukit triplexnya ikutan rubuh. Saya sehat walafiat.

Shooting hari itu akhirnya selesai. Buat beberapa orang saja sih. Beberapa teman masih menjalani sejumlah adegan.

Sebelum pulang, saya, Susan, Risma dan Nazel gosip dengan seorang make up artist namanya Berry. Ganteng bok, tapi He's not straight. Ya, pilihan dia itu. Saya nggak mau ngejudge pilihan dia salah atau benar.

Intinya kami asyik gosip soal artis-artis sekong (istilah lelaki penyuka sesama jenis, kalau nggak salah). Deuh, segambreng yah. Pokoknya yang ganteng-ganteng, yang kita idolain, kita puja-puja ternyata sekong cyin.

Lagi serunya gosip, beberapa teman ngajakin pulang. Tapi karena mobil Alphard tercinta sedang dipakai, kami karokean dulu deh di mobil travel entah punya siapa.

Nggak lama setelah itu, Alphard datang dan bawa kami pulang ke Rancamaya. Hari terakhir tidur di Rancamaya nih. Sedih. Beauty Camp segera berakhir T.T

Comments