Raibnya Isi Celengan

Haaaahhh... semua isi celengan saya hilang tak bersisa. Aneh banget! Celengan saya dari tanah liat, dan nggak ada tanda-tanda pencongkelan isi celengan secara paksa. Celengan berwujud Doremi, adiknya Doraemon itu anteng berdiri di meja sebelah tempat tidur saya. Does tuyul really exist?

Celengan Doremi dari tanah liat yang isinya kosong itu
Pulang kerja, mandi dan langsung naik ke kamar. Saya niatnya mau belajar. Tapi pas leyeh-leyeh di atas tempat tidur, tiba-tiba perhatian saya tertuju pada celengan. Saya ambil celengan saya untuk mengecek sudah berapa banyak uang yang saya simpan di situ. 

Saya sudah cukup lama menabung. Rencananya uang tabungan ini akan dipakai untuk jalan-jalan tahun depan. Menabung dari celengan ini merupakan program yang tengah dilakukan oleh beberapa teman saya di KPK, yaitu Icha, Vitri dan Ratna. The Power of Rp20 ribu nama program tersebut. Tapi saya karena saya kerap tak menemukan uang Rp20 ribu dan pun jika saya punya Rp20 ribu namun saya tidak tabungkan, saya siasati agar celengan tetap terisi. Setiap bulan setelah gajian saya akan masukan beberapa ratus ribu ke dalam celengan saya itu.

Saya goncang-goncangkan untuk memastikan sudah berapa banyak lembaran uang Rp20 ribu, Rp50 ribu dan Rp100 ribu yang saya cemplungkan ke dalam celengan itu. Lho... lho.. kok nggak ada bunyi-bunyian sama sekali. Meski uang kertas, kalau saling berbenturan pasti tetap menimbulkan suara. Tapi ini sama sekali nggak ada bunyi-bunyian. 

Penasaran, saya ambil handphone saya dan mengarahkannya ke lubang celengan. Nihil. Gelap gulita. Sama sekali nggak ada pertanda adanya uang di dalam celengan itu. Bagian bawah celengan kemudian saya lubangi  kecil dengan gunting. Saya arahkan lagi cahaya handphone ke dalam celengan. Dan.... saya bisa melihat samar-samar isi celengan saya. Kosong. 

Panik, saya berlari menuju dapur. Saya perlu benda tumpul untuk memecahkan celengan ini. Sebuah ulekan saya benturkan di bagian bawah celengan. Kepingan demi kepingan tanah liat berjatuhan, lubang besar berhasil saya buat di bagian bawah celengan. 

Kosong. Betul-betul kosong. Tidak tersisa satu lembarpun uang di dalam celengan itu. Sama sekali tidak ada uang di dalam celengan yang saya beli mungkin enam bulan lalu tersebut. Reaksi saya tentu saja kaget. Kemudian saya ketawa miris sembari geleng-geleng. "Kok bisa ya?"

Kosong! Tidak ada satu rupiah pun di dalam celengan saya
Kejadian ini mengingatkan saya pada film lawas yang pernah saya tonton dulu. Soal tuyul yang dipekerjakan oleh manusia untuk mencuri uang. Kalau tidak salah film ini dibintangi oleh Almarhum Ateng. Jangan-jangan memang uang saya diambil tuyul yah. Ah, nggak mau percaya sama hal begituan.

Banyak sekali spekulasi-spekulasi soal hilangnya isi celengan ini. Ya, celengan saya yang sudah terisi penuh ditukar dengan celengan kosong. Atau si penjual celengan jangan-jangan memberi saya bonus tuyul yang ditugasi untuk nyolong uang tabungan saya. 

Ya apapunlah kisah dibalik kosongnya celengan saya itu, saya yang jelas tidak mau menuduh. Tapi tetap penasaran sih. Bagaimana seluruh uang di celengan saya bisa hilang. 

Saya ikhlas banget. Mood saya malam ini lagi bagus. Nggak ada rasa marah, kesal, kecewa dan sedih.

Baru saja Ibu ke kamar. Meyakinkan apakah benar isi celengan saya kosong. Saya ceritakan persis seperti yang saya tulisankan di blog  ini. Ibu hanya berpesan, jangan nabung di celengan lagi untuk sementara waktu. Hmmm.... 

Saya menganggap ini teguran dari Tuhan. Mungkin Tuhan anggap saya kurang beramal dan bandel akhir-akhir ini. Tapi saya yakin kok, dibalik kehilangan ini pasti Tuhan sudah mempersiapkan sesuatu yang nilainya lebih besar dari isi celengan saya. 


God is still good

Comments

  1. sabar jeng, moga ada hikmahnya saya juga pernah kehilangan laptop di kosan jakarta ini tapi saya tidak down atau nervous karena saya membandingkannya dengan orang yang rumahnya kebakaran malah hilang segalanya

    tetap semangat
    fakh

    ReplyDelete
  2. Saya juga bos, saya bikin celengan dari kayu. Lubang kecil bgt. Gak mungkin dicongkel. Saya niat nabung untuk nikah. Ketika mau dibuka, isinya cuma 50rb selembar -_-

    ReplyDelete

Post a Comment