Uji Kreatifitas

Sehari sebelum Hari Inspirasi saya terbang ke Solo. Saat di bandara saya bertemu dengan Mba Dessy yang juga relawan Jakarta yang akan memberikan inspirasinya di Solo. Setibanya di Solo, saya harus berpisah dengan Mba Dessy. Teman saya yang selalu saya andalkan ketika saya di Solo, Mas Imron berjanji mau menjemput saya.

Rencananya saya mau langsung ke Wisma Tari. Tapi karena perut sudah meronta-ronta minta diisi, kami pun singgah makan di Warung Bebek di Jalan Slamet Riyadi Solo. Kuliner Solo nggak perlu lagi diragukan citarasanya. Wuenaaak tenan. Perut kenyang hatipun senang. Kami kembali ke mobil dan berangkat menuju Wisma Tari.

Mas Imron menawarkan saya untuk mencari lokasi sekolah tempat saya mengajar nanti. Berputar-putar di Solo, kami pun menemukan SD Bibis Wetan. Tidak sempat masuk ke dalam sekolah karena sudah sekitar jam 2 siang, sehingga otomatis kegiatan belajar mengajar di sekolah sudah usai.

Dari SD Bibis Wetan, Mas Imron langsung antar saya ke Wisma Tari, tempat saya menginap selama sehari. Di situ sudah ada Arini, teman relawan dari Jakarta yang akan menjadi teman sekamar saya. Selain Arini, di kamar ada Yenni, fasilitator Kelas Inspirasi dan Deka, si seksi sibuk. Nah, tak lama kemudian ada Yanuar yang juga fasilitator merangkap videografer kegiatan Kelas Inspirasi.

Kami asyik mengobrol persiapan hari esok. Saya dalam hal persiapan bisa dikatakan minim. Hanya sebuah video rekaman aktivitas teman-teman seprofesi di KPK dan beberapa foto nanti akan saya tunjukan kepada anak-anak SD Bibis Wetan. Saya juga sudah menyiapkan akan mensimulasikan meliput sekaligus menulis berita. Meski minim, saya yakin saya presentasi saya nantinya akan menarik perhatian bocah-bicah itu.

Kepercayaan diri itu lalu luntur segera setelah melihat persiapan maksimal Arini. Si perempuan imut berprofesi sebagai rekruter ini membuat alat peraga dan permainan yang jauh lebih menarik. Arini membuat analogi sederhana melalui puzzle stereofoam  yang menjelaskan profesi rekruter.

Mendadak lemas. Diam. Berpikir. Termenung. Waduuuuh, saya harus memikirkan ide untuk minimal menyamakan materi ajar dengan Arini. Cilaka 12 jika saya dapat kelas setelah Arini. Dari presentasi Arini yang penuh gimmick lalu ke saya yang cuma modal gambar dan video. Eng ing eng...

Tapi Arini membesarkan hati saya. Menurut Arini, iPad saya sudah memancing excitement anak-anak. Hmm, benar juga sih. Tapi tetap saja saya mau yang cetar membahana seperti Materi presentasi Arini.

Akhirnyaaa... Saya mencari gambar- gambar unyu soal profesi  jurnalis di internet. Tapi kok rasanya tetap nggak cukup ya. Okai, mari cari video menarik soal jurnalis. Saya dari wawancara tokoh dunia yang dilakukan oleh anak kecil. Gotcha!! Dan dapet dong. Wawancara bocah dengan Presiden Amerika Barack Obama. Saved! Kemudian saya juga cari analogi profesi yang bisa berterima di otak anak-anak. Aha!! Ide pun muncul. Superman!! Yes, superman, dia kan wartawan.  Meluncurlah saya mencari gambar superman saat sedang jadi superman, jadi wartawan dan saat bertransformasi dari wartawan menjadi superman. Okelah, insyallah presentasi saya bakal menarik dengan superman dan video wawancara Obama.

Nah, biar yang lain terintimidasi, saya punya ide untuk memamerkan materi presentasi Arini. Gambar kami sedang memegang stereofoam diposting di grup Kelas Inspirasi Solo.

Huh, besok Hari Inspirasi, semoga presentasi atau pengajaran saya bisa berkesan di hati anak-anak SD Bibis Wetan.

PS: foto menyusul, karena si iPad bapuk nggak bisa upload foto ke blogspot.


Comments