Waxing Semriwing


"Bulu ketekmu = bulu rambutmu, semakin tebal bulu rambut semakin susah dicabut @Rizamel @Shantihapsari" - @anisa_sophis


Pengumuman. Teman-teman, kemarin untuk pertama kalinya saya melakukan waxing underarm atau ketek! Itu ide teman saya, Shanti. Sabtu kemarin, saya bertemu dengan Shanti dan Oneng [Anisa nama aslinya] di Cilandak Town Square. Entah apa tujuan pertemuan itu. Kalau dalam bayangan saya waktu itu, kayaknya saya mau diomelin gara-gara punya ide sesat untuk pergi ke Phuket melalui Kuala Lumpur.

Ternyata, hal itu sedikit diomongin. Tapi begitu saya tanya benar-benar maksud pertemuan kami, Shanti bilang kalau dia mau waxing. What? Mau waxing? Apanya yang mau diwaxing?

Saat itu kok saya langsung berpikir kalau Shanti mau diwaxing bulu-bulu di Miss V-ya. Dihilangkan biar bentuknya secantik milik Cut Tari [Jumat, saya baru aja ngobrol sama bos saya tentang Miss V-nya Cut Tari. Harap maklum].

Oh, tidak. Shanti hanya mau menghilangkan bulu-bulu halus dikakinya yang sudah gondrong. Shanti menawarkan saya dan Oneng untuk ikutan diwaxing. Apalagi dengan iming-iming akan mempunyai ketiak bersih cemerlang kayak punya si Shanti.

Menurut anak Sastra yang nyemplung di dunia teknik ini, waxing akan memperlambat pertumbuhan bulu halus di ketiak. Semakin sering diwaxing, bulu akan semakin lambat tumbuh. Kalaupun tumbuh, tidak akan segonjes setelah dicukur dengan shaver.

Shanti mengarahkan mobilnya ke Salon Itje Her di kawasan Cipete. Katanya sih murah meriah waxing di sini. Untuk waxing underarm biayanya hanya Rp 25 ribu. Sementara waxing kaki ongkosnya hanya Rp 30 ribu. Dan untuk Bikini waxing cuma Rp 40 ribu saja.

Kami sampai di Itje. Salonnya bagus dan mba-mba di sana ramah. Kami naik ke lantai dua, masuk ke ruangan waxing.

Yang mau waxing ketek dapat ruangan khusus. Mungkin sengaja biar nggak malu kalau keteknya hitam. Sementara yang waxing kaki ditempatin di ruang waxing biasa.

Oneng mendapat giliran pertama. Blusnya diganti dengan kemben. Oneng lalu telentang tak berdaya di atas kasur dengan posisi ala Eva Arnas [satu tangan dinaikan ke atas].

keteknya Oneng setelah dibaluri karamel

Oh ya, sebelum diwaxing, dilihat dulu seberapa panjang bulunya. Kalau pendek banget dan baru dicukur menurut Mbanya sebaiknya jangan diwaxing. Tapi kok ya tetap saja, si Oneng yang bulu keteknya masih pendek tetap diwaxing, begitupun saya.

Berikut ini tahapan-tahapan waxing. Setelah telentang dan bergaya Eva Arnas, ketiak akan dibersihkan dengan air hangat. Jika sudah bersih dari deodoran, lotion dan segala macam bahan kimia, ketiak akan dibaluri dengan bedak.

Si Mba kemudian memanaskan gula yang sudah berbentuk karamel. Diaduk-aduk, dan bila kekentalannya sudah sempurna, maka akan dioleskan dengan pisau selai di atas ketiak.

Melihat si mba memegang pisau yang berisi karamel [sugaring bahasa kerennya], kok horor ya. Berasa nonton Dexter, Live!! hiiii..

Setelah dioleskan ke atas ketiak, langkah selanjutnya adalah menutupinya dengan kain kasa. Dipukul-pukul sedikit supaya caramel menempel dengan sempurna dan semua bulu terangkat.

Dan inilah saat mendebarkan. Ketika si kain ditarik dengan cepat. Sreeeeeettt. Ouw!! Sakit, sudah pasti.

ekspresi muka si oneng setelah kain kasa dicabut

Si Oneng harus diwaxing selaam tiga kali karena bulu-bulu halusnya belum terangkat seluruhnya. Nah, bulu-bulu yang tersisa kemudian dicabut dengan pinset. Bagian ini juga sama sakitnya dengan waxing. Malah lebih sakit :(

Oneng selesai, sekarang giliran saya. Tadi saya ketwa-ketawa lihat ekspresi muka Oneng yang nahan sakit. Nah, sekarang deg-degan. Ada rasa takut. Pas, mau diolesin karamelnya, saya deg-degan setengah mati. Takut masih panas banget lah, takut melepuh kulit saya.

Tapi, ketika dioleskan saya merasakan hangat. Enaaaaakk..! Eh, tunggu dulu. Kenikmatan itu hanya sesaat, sampai akhirnya si mba mencabut kain kasa yang menempel di ketiak saya. Rasanya mau tahu? Kayak koyo cabe yang sudah tiga hari menempel di badan, lalu dicabut! PEDIH!!!

Kalau si Oneng, bulunya halus, beda dengan saya. Bulu ketek saya tergolong tebal. Dan anehnya dari satu pori, bisa tumbuh dua helai bulu. Terlalu subur kau Boy. Makanya si Oneng sampai ngetwit kalau bulu ketek berbanding lurus dengan bulu rambut [dan mungkin bulu-bulu lainnya]. Semakin tebal rambutmu maka akan semakin tebal pula bulu ketekmu.


Ini bukan hasil waxing ketiak saya maupun Oneng, tapi kaki Shanti

Saya sudah diwaxing tiga kali, tapi masih saja ada bulu yang tidak terangkat. Mau tak mau, saya harus rela dipinset, dicabutin bulunya. Awalnya nggak sakit, tapi karena jumlah si bulu lumayan banyak, lama-lama kok sakit juga yah? Dan saya merasakan pada saat mencabut, pinsetnya justru mencabut daging ketiak saya. Horor.. sakit!!!


Proses pencabutan bulu yang bandel di ketiak saya

Akan tetapi kawan-kawan, setelah diwaxing, ketek rasanya semriwing. Dan bodohnya saya dan Oneng, begitu sampai rumah kami melakukan hal yang sama. Coba tebak apa? Memandangi hasil waxing di depan kaca. Hwahahahaa... Norak banget ya kami berdua.

Dan kamipun merencanakan, apabila bulu ketek kembali tumbuh dan sudah gondrong segondrong-gondrongnya, kami akan waxing bareng lagi. Waxing bikin nagih hahahaaaa :))

Demikianlah kisah waxing pertama saya. Nanti, saat saya waxing bulu di lokasi lainnya, saya akan cerita lagi. Bagaimana sensasinya bikini waxing? atau mungkin Brazilian waxing? Rrrr.... Penasaran ya????

PS: foto dipublikasikan sudah seijin si Oneng dan Shanti

Comments

  1. mauuuuu brazilian waxing!!! kemarin gw ke pantai dan semua cewek2nya pake bikini, aaah..jadi iri, hahaha :D

    ReplyDelete
  2. pulang lo!! kangeen tauk! yuk qta brazilian wax sama2 di jkrt!! pulang pulang...

    ReplyDelete
  3. Eh temen gw baca blog lo, katanya borsten gw kemana2 wakakaka trus pengen ikutan nyobain wax juga

    ReplyDelete

Post a Comment